AKU
Terkadang untuk mengungkapkan sebuah rasa amat sangat sulit melalui ucapan, tapi dalam tulisan semua terasa ringan. Rasa bahagia akan lebih berkesan jika aku menulisnya, tak jarang juga amarahku reda hanya dengan menuangkan dalam tulisan. Saat sedih juga sama, banyak goresan kata yang lahir dari air mata dan sakit hati. Bagiku, menulis adalah waktu berhargaku untuk berdamai dengan diri sendiri. Mungkin karena aku bukan terlahir dari keluarga romantis oleh sebab itu susah berucap tentang apa yang hati rasakan. Entahlah, bagiku banyaknya aturan, larangan yang ayah berikan untukku juga kelembutan dan omelan khas ibuku itu adalah definisi romantisku. Bagaimanapun juga setiap keluarga punya cerita sendiri. Aku bahagia terlahir dengan apa adanya aku. Aku bahagia memiliki kehidupan yang aku jalani sekarang. Aku nyaman menjadi aku, diriku. Kehidupan mengajariku banyak hal. Diantaranya adalah pengorbanan. Puluhan tahun merantau bukan waktu yang...